Sabtu, 27 Februari 2010

Supaya Mahir Berbicara

Setiap orang pasti ingin memiliki banyak teman dan mudah bergaul. Dalam pergaulan sudah pasti diperlukan berbicara. Berbicara dapat dilakukan dengan satu orang pendengar ataupun dengan orang banyak. Jika kita dituntut untuk aktif di lingkungan masyarakat, maka kita membutuhkan gaya berbicara yang baik. Banyak orang yang jika menulis gaya bahasanya baik namun dalam berbicara di depan orang banyak kurang baik. Dalam komunikasi tulisan, kita sudah sering belajar saat duduk di bangku pendidikan. Namun, komunikasi lisan biasanya dilakukan otodidak dengan seringnya berbicara di depan orang banyak maka akan terbiasa. Bagi yang belum terbiasa, berikut akan dibagi tips-tips yang berguna saat kita berbicara di depan orang banyak :

  • Jika anda seorang yang pemalu, pertama-tama singkirlah rasa malu Anda jauh-jauh. Bagaimana caranya terserah Anda, jika rasa malu bersumber dari penampilan misalnya, baju, atau rambut. Segera perbaiki, lalu mulailah maju ke depan. 99 persen kesuksesan berbicara di depan orang adalah mengalami rasa malu, atau minder.
  • Jika anda bukan orang pemalu dan mampu menyingkirikan rasa malu, 99 persen Anda sudah mampu bicara didepan banyak orang.
  • Persiapan(preparing). Lakukan persiapan sebaik mungkin, belajar bicara sebentar didepan kaca bisa membantu. membuat catatan kecil sebagai panduan agar omongan tidak melebar
  • Sering membaca buku humor, kenapa begitu? Betul ini termasuk penting, kenapa? Diharapkan anda mampu menyelipkan suasana humor disela omongan anda agar suasana menjadi sersan alias serius tapi santai
  • Gaya bicara, tak perlu berpatokan dengan gaya bicara tertentu, cukup percaya dirilah dengan gaya bicara anda, namun sebaiknya berikan tekanan intonasi pada kalimat-kalimat yang krusial atau penting
  • Bahasa tubuh. Gunakan bahasa tubuh dengan baik dan tak berlebihan. Misalnya jika ingin menunjuk sesuatu atau seseorang gunakan jari jempol tangan, jika ingin memberi semangat, jangan ragu-ragu mengepalkan tangan. Gerakan tubuh juga perlu dilakukan untuk menambah “daya gedor” pembicaraan anda.
  • Pandangan mata. Sapulah pandangan anda ke seluruh audiens, jangan hanya terpaku pada satu titik. Audiens akan merasa dihargai jika sesekali Anda menoleh kepadanya
  • Cocokan waktu, tempat dan jenis audiens. Jangan sampai salah menyesuaikan materi.





http://www.kabarinews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar