Selasa, 12 Oktober 2010

Telematika dari Masa ke Masa




A. Istilah telematika secara harfiah

Di dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Telematika. Kata telematika berasal dari istilah dalam bahasa Perancis TELEMATIQUE yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Istilah telematika merujuk pada hakekat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media dan informatika.
Istilah Teknologi Informasi itu sendiri merujuk pada perkembangan teknologi perangkat-perangkat pengolah informasi. Para praktisi menyatakan bahwa TELEMATICS adalah singkatan dari TELECOMMUNICATION and INFORMATICS sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai {the new hybrid technology} yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu atau populer dengan istilah konvergensi. Semula Media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi dan komunikasi pada saat itu.
Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghadirkan Media Komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah TELEMATIKA kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi TELEKOMUNIKASI, MEDIA dan INFORMATIKA yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi TELEMATIKA kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital atau {the Net}. Dalam perkembangannya istilah Media dalam TELEMATIKA berkembang menjadi wacana MULTIMEDIA. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah Multimedia semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambiguitas jika istilah TELEMATIKA dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Secara garis besar istilah Teknologi Informasi (TI), TELEMATIKA, MULTIMEDIA, maupun Information and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya.



B. Perkembangan Telematika di Indonesia dari Masa ke Masa

Di Indonesia perkembangan telematika mengalami tiga periode berdasarkan perkembangannya di masyarakat. Pertama adalah periode rintisan belangsung pada akhir tahun 1970-an sampai akhir tahun 1980-an. Periode kedua disebut pengenalan rentang waktunya pada tahun 1990-an, dan yang terakhir adalah periode aplikasi dimulai tahun 2000.

1. Periode Rintisan
Periode Rintisan di Indonesia terhadap Timor Portugis, peristiwa Malari, Pemilu tahun 1977, pengaruh Revolusi Iran, dan ekonomi yang baru ditata pada awal pemerintahan Orde Baru, melahirkan akhir tahun 1970-an penuh dengan pembicaraan politik serta himpitan ekonomi. Sementara itu sejarah telematika mulai ditegaskan dengan digariskannya arti telematika pada tahun 1978 oleh warga Prancis. Mulai tahun 1970-an inilah Toffler menyebutnya sebagai zaman informasi. Namun demikian, perhatian yang minim dan pasokan listrik yang terbatas, Indonesia tidak cukup meningkatkan perkembangan telematika. Memasuki tahun 1980-an, perubahan secara signifikan pun jauh dari harapan. Walaupun demikian, dalam waktu satu dasawarsa, learn to use teknologi informasi, telekomunikasi, multimedia mulai dilakukan. Jaringan telepon, saluran televisi nasional, stasiun radio nasional dan internasional, dan komputer mulai dikenal di Indonesia, walaupun penggunanya masih terbatas. Kemampuan ini dilatar belakangi oleh kepemilikan satelit dan perekonomian yang meningkat dengan diberikannya penghargaan tentang swasembada pangan dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) kepada Indonesia pada tahun 1984. Penggunaan teknologi telematika oleh masyarakat Indonesia masih terbatas. Sarana kirim pesan seperti yang sekarang dikenal sebagi email dalam suatu group, dirintis pada tahun 1980-an Mailinglist (milis) tertua di Indonesia dibuat oleh Johny Moningka dan Jos Lukuhay, yang mengembangkan perangkat “pesan” berbasis “unix”, “ethernet”, pada tahun 1983 bersamaan dengan berdirinya internet sebagai protokol resmi di Amerika Serikat.

2. Periode pengenalan
Periode Pengenalan berawal pada tahun 1990-an, teknologi telematika sudah banyak digunakan dan masyarakat mengenalnya. Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun 1990. Hal ini juga merupakan efek kreativitas anak muda ketika itu, setelah dipinggirkan dari panggung politik, yang kemudian disediakan wadah baru dan dikenal sebagai Karang Taruna. Internet masuk ke Indonesia pada tahun 1994. Penggunanya tidak terbatas pada kalangan akademisi, akan tetapi sampai ke meja kantor. ISP (Internet Service Provider) pertama di Indonesia adalah IPTEKnet, dan pada tahun yang sama, beroperasi ISP komersil pertama, yaitu INDOnet. Dua tahun keterbukaan informasi ini, salahsatu dampaknya adalah mendorong kesadaran politik dan usaha dagang. Hal ini juga didukung dengan hadirnya televisi swasta nasional, seperti RCTI (Rajawali Citra Televisi) dan SCTV (Surya Citra Televisi) pada tahun 1995-1996. Teknologi telematika, seperti computer, internet, pager, handphone, teleconference, siaran radio dan televise internasional – tv kabel Indonesia, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Periode pengenalan telematika ini mengalami lonjakan pasca kerusuhan Mei 1998. Masa krisis ekonomi ternyata menggairahkan telematika di Indonesia. Sementara itu, kapasitas hardware mengalami peningkatan, ragam teknologi software terus menghasilkan yang baru, dan juga dilanjutkan mulai bergairahnya usaha pelayanan komunikasi (wartel), rental computer, dan warnet (warung internet). Kebutuhan informasi yang cepat dan tanggap dalam menyongsong tahun 2000.

3. Periode Aplikasi
Periode Aplikasi Reformasi pada tahun 2000 banyak disalah artikan, gejala yang serba bebas, seakan tanpa aturan. Pembajakan software, Hp illegal, perkembangan teknologi computer, internet, dan alat komunikasi lainnya, dapat dengan mudah diperoleh, bahkan dipinggir jalan atau kios-kios kecil. Tentunya, dengan harga murah. Keterjangkauan secara financial yang ditawarkan, dan gairah dunia digital di era millenium ini, bukan hanya mampu memperkenalkannya kepada masyarakat luas, akan tetapi juga mulai dilaksanakan dan diaplikasikan. Di pihak lain, semuanya itu dapat berlangsung lancar dengan tersedianya sarana transportasi, kota-kota yang saling terhubung, dan industri telematika dalam negeri yang terus berkembang. Awal era millenium pemerintah Indonesia serius menaggapi perkembangan telematika dalam bentuk keputusan politik. Keputusan Presiden No. 50 Tahun 2000 tentang Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI), dan Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2001 tentang Pendayagunaan Telematika. Dalam bidang yang sama, khususnya terkait dengan pengaturan dan pelaksanaan mengenai bidang usaha yang bergerak di sector telematika, diatur oleh Direktorat Jendral Aplikasi Telematika (Dirjen Aptel) yang kedudukannya berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia.
Teknologi mobile phone begitu cepat pertumbuhannya. Muatannya yang mencapai 1 Gigabyte, dapat berkoneksi dengan internet juga stasiun televisi, dan teleconference melalui 3G. Teknologi computer, kini hadir dengan skala tera (1000 Gigabyte), multi processor, multislot memory, dan jaringan internet berfasilitas wireless access point. Bahkan, pada café dan kampus tertentu internet dapat diakses dengan mudah dan gratis. Terkait dengan hal tersebut, Depkominfo mencatat bahwa sepanjang tahun 2007 yang lalu, Indonesia telah mengalami pertumbuhan 48% persen terutama di sektor sellular yang mencapai 51% dan FWA yang mencapai 78% dari tahun sebelumnya. Selain itu, tingkat kepemilikan komputer pada masyarakat juga mengalami pertumbuhan sangat signifikan, mencapai 38.5 persen. Sedangkan angka pengguna Internet mencapai jumlah 2 juta pemakai atau naik sebesar 23 persen dibanding tahun 2006. Tahun 2008 ini diharapkan bisa mencapai angka pengguna 2,5 juta.
“Perkembangan Teknologi Telematika Memberi Dampak Signifikan Bagi Kemajuan Bangsa” Pernyataan tersebut disampaikan Menkominfo Sofyan A. Djalil pada sambutan sambutan tertulisnya dalam acara Munas V Mastel di Jakarta (15/3/10).
Lebih lanjut dikatakan Sofyan Djalil, bahwa konsekuensi logis dari fenomena tersebut telah berdampak positif terhadap perkembangan teknologi Telematika. Dalam Konteks Indonesia, perkembangan ini telah memberikan manfaat yang signifikan bagi kemajuan bangsa dan peningkatan daya saing nasional. Teknologi Telematika dalam pembangunan bangsa mempunyai tiga peranan pokok yaitu; sebagai instrument dalam mengoptimalkan proses pembangunan yaitu dengan memberikan dukungan terhadap manajemen dan pelayanan kepada masyarakat; dapat dijadikan perekat persatuan dan kesatuan Bangsa; dan berfungsi mengembangkan sistem informasi bagi industri beserta produkturunannya, sehingga berkemampuan meningkatkan pendapatan masyarakat dan devisa bagi Negara. Disamping ketiga peranan pokok tersebut, bidang telematika juga memliki keterkaitan dengan berbagai komponen penting, seperti; teknologi, pengguna, penyelenggara, manufaktur dan investasi. Untuk itu dalam menentukan kebijakan di bidang Telematika, pemerintah selalu berusaha untuk berpijak pada pencapaian Visi dan Misi serta sasaran pembangunan sektor komunikasi dan informasi yang antara lain bertumpu pada penentuan kebijakan : penyelenggaraan, standardisasi dan penggunaan resources telematika. Selain pemerintah, peran serta msyarakat dan dunia usaha juga sangat berpengaruh bagi perkembangan telematika dan pemanfaatannya bagi masyarakat. Dalam hal ini MASTEL telah memberi peran yang sangat besar Dalam memajukan sektor Telematika di Indonesia. Manfaat telematika bagi masyarakat antara lain; dunia pendidikan, asosiasi, para pengamat, industri itu sendiri, parlemen dan sebagainya. Dalam penentuan Kebijakan Telematika, patut didasari dengan visi dan komitmen yang dapat dijadikan pedoman sebagai Visi dan Komitmen Nasional yang mencakup; telematika untuk kemajuan Bangsa; telematika mampu memberi solusi bagi masyarakat secara luas; telematika mampu mendorong industri berbasis teknologi dalam negeri; dan telematika mendorong investasi.

C. Telematika di Indonesia saat Ini

Tidak dapat dipungkiri dan dihindari perkembangan teknologi akhir-akhir ini terjadi begitu cepat, namun sudah cukup siapkah negara Indonesia kita tercinta ini untuk mengikuti perkembangannya? Atau kita hanya dapat mengkonsumsi dan hanya menjadi incaran pangsa pasar dunia?
Sudahkan negara kita membuat suatu barang atau teknologi yang mampu menembus dan mempengaruhi pasar dunia? Sementara barang-barang dari luar banyak berdatangan dan bahkan "release" di Indonesia. Indonesia sangat bangga akan hal tersebut, barang dengan teknologi baru di"relase" di Indonesia, padahal jika dlihat dari lain sisi justru merekalah yang patut berterimakasih kepada negara kita karena negara kita adalah negara yang konsumtif yang apapun dijual diIndonesia hampir dapat dipastikan akan laris manis.... dan kita bangga akan hal itu... hebaat....

Kondisi sektor telematika saat ini memang tidak sekritis sektor infrastruktur lainnya seperti ketenagalistrikan, jalan, dan perhubungan. Namun, jika tidak dicermati dan diantisipasi dengan saksama, mungkin sektor telematika di Indonesia hanya menjadi pasar gemuk barang-barang konsumtif yang akhirnya berpotensi meninabobokan rakyat dan melemahkan daya saing bangsa.

Di samping mendorong pola hidup konsumtif, pada kenyataannya telematika sudah mulai memperburuk situasi "keliru budaya" seperti bertelepon, menonton televisi atau DVD, serta berkirim pesan singkat (SMS) sembari mengemudi di jalan raya. Suatu kondisi yang secara langsung memperparah tingkat kemacetan yang berujung kepada rasa kesal, mudah marah, dan stres pengguna jalan di kota besar.
Di sisi lain, terlambatnya operator menggelar jaringan telepon tetap telah menjadikan Indonesia tertinggal. Rendahnya penetrasi telepon tetap (di bawah empat persen) yang ditingkahi oleh mahalnya tarif internet telah menutup peluang publik memanfaatkan telematika untuk memperbaiki tingkat sosial dan ekonomi mereka.

Telepon seluler atau ponsel memang telah menjadi alternatif bertelekomunikasi. Namun, kesenjangan digital (digital divide) semakin melebar. Meski sudah mulai merambah ke daerah, ponsel terkonsentrasi di kota-kota besar. Tidak jarang sebuah keluarga memiliki lebih dari empat ponsel, sedangkan masyarakat di pedesaan belum memiliki akses.

Tidak bisa dimungkiri bahwa perkembangan industri telematika selalu berjalan lebih cepat dibandingkan dengan kemampuan pemerintah dalam menyiapkan regulasi dan kebijakan. Kondisi yang sama juga terjadi di negara maju atau negara berkembang lainnya.


Sumber :
http://www.total.or.id/info.php?kk=Telematika
http://www.depkominfo.go.id/berita/berita-utama-berita/perkembangan-teknologi-telematika-memberi-dampak-signifikan-bagi-kemajuan-bangsa/
http://www.scribd.com/doc/9966434/perkembangan-Telematika-Di-Indonesia
http://zone.ni.com/cms/images/devzone/tut/figure_1_automotive_telematics.jpg


nama kelompok : eka, fatra, fariz ; kelas : 4KA01

Selasa, 15 Juni 2010

How To Improve My Softskills ?

Di dalam bermasyarakat dan terutama pada saat telah memasuki dunia kerja, kita dituntut untuk memiliki kemampuan/keterampilan (skills) baik hardskills ataupun softskills. Telah dikemukakan di postingan sebelumnya mengenai perbedaan hardskills dan softskills. Jika hardskills sudah pasti harus dimiliki oleh seseorang maka seseorang juga memerlukan kemampuan softskills untuk menunjang hardskills yang dimilikinya. Lalu bagaimana untuk meningkatkan kemampuan softskills? Dalam postingan ini akan dideskripsikan bagaimana cara saya sebagai mahasisawa belajar untuk meningkatkan softskills.

Pertama, beperan aktif di dalam suatu organisasi atau kelompok baik di dalam atau di luar lingkungan kampus. Dalam lingkungan kampus yang terkecil yaitu ruang kelas pasti sering terdapat tugas-tugas yang mengharuskan untuk dikerjakan secara berkelompok. Dalam kelompok tersebut saya selalu berperan aktif dalam mengerjakan tugas. Dari hal kecil semacam itu dapat meningkatkan kemampuan softskills. Kemampuan kerja di dalam di dalam team sangat diperlukan jika seseorang ingin sukses karena dapat bekerja dengan baik dengan beberapa orang yang memiliki pemikiran berbeda untuk satu tujuan. Bekerja dalam team juga memiliki keuntungan meringankan pekerjaan yang jika dikerjakan sendiri akan berat.

Kedua, seberapa baik kah dalam mengelola waktu? Mengelola/manajemen waktu sangat dibutuhkan untuk mendisiplinkan diri. Sangat ditekankan bahwa kita dilarang untuk menunda-nunda tugas walaupun tidak dipungkiri saya seringkali meremehkan dan akhirnya menunda tugas yang seharusnya dapat dikerjakan sebelumnya. Dibutuhkan latihan dan kemauan agar kita terbiasa bijaksana dalam menggunakan waktu.

Cara ketiga untuk meningkatkan softskills adalah dengan introspeksi diri. Introspeksi dapat dilakukan dalam berbagai cara, antara lain yaitu menanyakan kepada orang terdekat atau sahabat kita mengenai kekurangan dan kelebihan kita. Cara lain adalah instrospeksi dari kritikan orang lain terhadap diri kita. Suatu hari saya pernah menanyakan kepada orang-orang terdekat saya mengenai kelebihan dan kekurangan saya. Sahabat saya mengatakan bahwa kelebihan saya adalah baik ‘banget’ dan tidak pamrih jika berteman, sangat perhatian, pendengar yang baik. Lalu kekurangan saya adalah manja (kadang seperti anak kecil), egois sedikit, kadang plin-plan dan suka bingung. :) Sedangkan kekasih saya mengatakan bahwa kelebihan saya adalah orang yang memiliki tujuan hidup jelas dan berprinsip sehingga saya tidak mudah terpengaruh. Sedangkan kekurangan saya adalah kurang dapat mengatur emosi. Semua pendapat orang terdekat saya sudah pasti saya tampung dan dari kekurangan-kekurangan itu saya akan berusaha jadi lebih baik.

Kritik konstruktif juga diperlukan untuk meningkatkan softskills. Lalu bagaimana jika kita ingin mengkritik seseorang? Caranya adalah dengan menggunakan bahasa yang halus namun mengena, tidak semata-mata kita ‘menjatuhkan’ orang yang kita kritik, ada baiknya kita introspeksi terlebih dahulu sebelum mengkritik seseorang. Kritik konstruktif tidak hanya menyalahkan atau mencela orang yang di kritik namun memberi pujian dan semangat agar orang yang dikritik dapat bangkit dan menjadi lebih baik tentunya.

Semoga dari tulisan ini dapat menambah pengetahuan mengenai pentingnya softskills dan untuk saya atapun pembaca lain untuk selalu meningkatkan kemampuan softskills.

-Belajar tidak mengenal kata terlambat- :)

Kapan Matahari Akan Padam

Pertanyaan kapan matahari akan padam adalah suatu pertanyaan yang sulit dijawab dengan pasti, apalagi kalau harus membuktikan kebenarannya. Namun sama halnya dengan keingintahuan manusia untuk mengetahui berapa umur bumi atau kapan terbentuknya bumi ini, maka para ahlipun berusaha dengan akalnya untuk memperkirakan kapan matahari akan padam. Seperti telah diterangkan di muka, bahwa matahari akan padam manakala reaksi thermonuklir di matahari telah berhenti. Apabila matahari padam, maka kehidupan di muka bumi akan berhenti. Secara empiris telah dapat dibuktikan bahwa ada bintang yang pada mulanya bersinar terang, akan tetapi kemudian sinarnya makin redup dan akhirnya padam. Keadaan ini telah direkam oleh teleskop angkasa luar hubble. Atas dasar ini maka dapat saja matahari pada suatu saat akan padam. Seorang fisikawan Jerman, Hermann von Helmholtz, pada tahun 1825 mengamati perkembangan matahari yang ternyata diameter matahari setiap tahunnya menyusut 85 m. Kalau pengamatan Helmholtz benar, maka berdasarkan perhitungan penyusutan diameter matahari, umur matahari hanya akan bertahan untuk waktu 20.000.000 sampai dengan 25.000.000 tahun sejak matahari mengalami penyusutan. Untuk kurun waktu itu, teori Helmholtz ini cukup memuaskan para ilmuwan, sebelum akhirnya digugurkan oleh teori reaksi thermonuklir yang masih bertahan sampai saat ini. Atas dasar teori thermonuklir sudah barang tentu teori Helmholtz menjadi tidak benar, karena dalam kenyataannya matahari telah bersinar sejak orde 5.000.000.000 tahun yang lalu atau bahkan lebih dari itu, suatu umur yang melebihi perkiraan Helmholtz. Reaksi thermonuklir yang dikemukakan oleh Hans Bethe seperti yang telah diuraikan di muka, sebenarnya mirip dengan reaksi kimia konvensional dalam arti bahwa reaksi masih dapat berlangsung selama masih tersedia unsur atau reaktan yang menyebabkan terjadinya proses reaksi thermonuklir tersebut. Pada reaksi thermonuklir yang terjadi di matahari, sebagai reaktan utama adalah gas Hidrogen. Para ahli astronomi dan astrofisika berpendapat bahwa dengan bertambahnya umur matahari, maka pemakaian Hidrogen untuk reaksi thermonuklir dalam rangka mendapatkan energi yang amat sangat panas makin bertambah. Pada peristiwa ini energi yang dihasilkan oleh reaksi thermonuklir juga bertambah, sehingga energi radiasi yang dipancarkan matahari juga bertambah. Hal ini berarti pula suhu atmosfir bumi akan naik dan bumi akan terasa makin panas.

Apabila pendapat para ahli astronomi dan astrofisika tersebut benar, yaitu dengan bertambahnya umur matahari akan membuat persediaan gas Hidrogen pada permukaan matahari berkurang, maka jelas bahwa cepat atau lambat matahari pada akhirnya akan padam. Berdasarkan teori ini energi radiasi matahari diperkirakan masih dapat bertahan untuk jangka waktu kurang lebih 10.000.000.000 tahun lagi, setelah itu matahari padam. Contohnya adanya bintang yang pada saat ini sedang dalam proses menuju ke keadaan padam, telah dapat direkam gambarnya oleh teleskop ruang angkasa Hublle. Hal ini secara empiris menunjukkan kemungkinan yang sama dapat terjadi pada matahari kita. Namu apa yang terjadi akan terjadi sebelum waku 10.000.000.000. tahun tersebut terjadi? Secara teori dalam perjalanan menuju waktu 10.000.000.000. tersebut, suhu atmosfir bumi akan naik terus karena energi radiasi yang datang dari matahari bertambah panas. Keadaan ini akan menyebabkan es yang ada di kutub utara dan selatan akan mencair yang mengakibatkan tenggelammnya beberapa daratan atau garis pantai akan bergeser ke arah daratan. Kota-kota yang berada di pantai akan tenggelam. Ini baru merupakan bencana awal bagi kehidupan manusia di muka bumi ini. Bencana berikutnya adalah menguapnya semua air yang ada di bumi ini, karena suhu atmosfir bumi makin panas yang pada akhirnya tidak ada lagi air di muka bumi ini. Bumi yang menjadin kering kerontang tanpa air sama sekali dan suhunya yang panas menyebabkan berakhirnya kehidupan di muka bumi ini. Keadaan ini aka terjadi menjelang waktu mendekati 10.000.000.000 tahun yang akan datang.

Pada saat matahari kehabisan reaktan gas Hidrogen, maka reaksi thermonuklir benar-benar akan berhenti dan ini berarti matahari padam. Matahari yang telah padam ini akan mengeci;l (menyusust) menjadi suatu planet kecil yang dingin membeku yang disebut "White dwarf" atau si kerdil putih yang bukan matahari lagi! Contoh bintang atau planet yang sudah menjadi "white dwarf" di jagat raya ini cukup banyak, salah satunya planet bintang yang pada saat ini sedang menuju kematian seperti yang direkam oleh teleskop ruang angkasa Hubble. Sekali lagi keadaan tersebut akan terjadi 10.000.000.000 tahun yang akan datang. Keterangan ini merupakan jawaban untuk pertanyaan kapan reaksi thermonuklir di matahari berhenti atau matahari padam.

Senin, 17 Mei 2010

Kita Tak Pernah Sepi....

Pernahkah kamu merasa sedih dan ingin mencurahkan isi hatimu pada seseorang (keluarga, sahabat atau siapapun)? Namun, pada saat yang bersamaan tidak ada seorangpun yang dapat mendengarkanmu. Jangankan untuk memberi solusi, bahkan mendengarkanmu pun mereka tidak bisa. Seolah semua sibuk dengan urusannya masing-masing. Apa yang kamu rasakan dan lakukan??? DOWN, mungkin itu jawabannya, dan kamu hanya bisa menangis, menangis dan menangis. Mungkin, ditengah-tengah tangismu, mungkin kamu berpikir. Mengapa tak ada seorang pun yang dapat mendengarkanku, padahal aku begitu membutuhkannya??? (hal ini yang kebanyakan dilakukan ketika kita membutuhkan seseorang dan tak ada seorangpun di samping kita).

Mari kita sedikit bepikir kawan, mungkin saja sahabat kita memiliki masalah yang jauh lebih berat dari masalah yang sedang kita hadapai atau mungkin dia memiliki pekerjaan yang tak bisa ditunda. Jangan menjadi orang yang egois kawan, yang selalu ingin didengarkan. Cobalah berpikir positif. Kamu tak pernah sendiri, karena Allah tak pernah meninggalkanmu walau selangkah. Dia selalu ada untukmu, saat kau sedih, bahagia, bahkan ketika kau menjauh dari-Nya.

Special For Aulia Wulansari

Eratnya Softskills dan Korupsi

Kemampuan atau skills dapat terbagi ke dalam dua macam yaitu hardskill dan softskill. Dalam tulisan ini, akan digambarkan mengenai softskill dan juga hubungannya dengan perilaku korupsi yang di semua Negara pasti akan ditemukan perilaku tersebut. Namun sebelumnya alangkah baiknya jika mengetahui perbedaan antara hardskill dan softskill.

Hardskill merupakan kemampuan atau keterampilan dalam hal akademis dan ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang dibidangnya masing-masing. Sedangkan softskill merupakan kemampuan yng tidak berhubungan dengan hal keterampilan khusus dalam suatu bidang. Softskill dapat terbagi ke dalam dua macam yaitu interpersonal skill dan intrapersonal skill. Interpersonal skill berhubungan dengan bagaimana seseorang berinteraksi dengan orang lain, sedangkan intrapersonal skill merupakan suatu kemampuan seseorang dalam mengatur dirinya sendiri. Contoh-contoh softskill adalah sebagai berikut : kejujuran, tanggung jawab, berlaku adil, kemampuan bekerja sama, kemampuan berkomunikasi dengan baik, kemampuan beradaptasi, kemampuan mengambil keputusan, memiliki toleransi tinggi, hormat terhadap sesama, kemampuan memecahkan masalah, dsb.

Lalu apakah hubungannya softskill tersebut dengan perilaku korupsi? Perilaku korupsi merupakan perilaku yang merugikan dan merusak. Misalnya dalam suatu instansi pemerintah terdapat orang-orang “nakal” yang melakukan segala cara untuk keuntungan finansialnya sendiri, maka hal tersebut akan merugikan Negara. Lalu korupsi juga dapat merusak, yaitu merusak hati orang yang melakukan korupsi atau disebut dengan koruptor. Mengapa demikian? Karena jika ia telah terlena dan menikmati keuntungan dari korupsi tersebut, maka ia akan terus menerus melakukannya tanpa perasaan bersalah. Perilaku korupsi tersebut dapat terjadi karena tingkat softskill yang rendah. Korupsi merupakan kebohongan publik yang sangat merugikan. Seperti telah dicontohkan di atas, kejujuran dan perilaku adil serta tanggung jawab merupakan bagian dari softskill. Oleh karena itu kemampuan softskill perlu untuk ditanamkan sejak dini, sehingga tidak akan terlahir lagi koruptor-koruptor di masa yang akan datang khususnya di Negara Indonesia. Hal ini perlu diperhatikan oleh masyarakat luas atau LSM untuk melaporkan jika melihat tindak korupsi dan juga menjadi pekerjaan rumah bagi instansi terkait seperti KPK untuk memberantas korupsi sampai ke akar.

Sabtu, 08 Mei 2010

Ramahnya Indonesiaku....

Indonesia adalah negara yang mempunyai wilayah geografis yang luas. Tidak hanya wilayah yang luas, Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah rakyat terbesar ketiga di dunia. Karena faktor wilayah yang luas dan jumlah rakyat yang banyak itulah yang menjadikan Indonesia mempunyai banyak keanekaragaman. Keanekaragaman yang dimiliki Indonesia diantaranya adalah suku, agama, bahasa, adat istiadat, dan lain-lain. Keanekaragaman tersebut tidak menjadikan bangsa Indonesia terpecah-belah, rakyat Indonesia bersatu di atas segala keanekaragaman yang ada. Keanekaragaman tersebut juga terukir di bawah lambang garuda yaitu “Bhinneka Tunggal Ika” yang artinya “Walau berbeda-beda tetap satu jua”. Hal tersebut kita dapat lihat saat adanya kerja bakti membersihkan lingkungan, di mana orang-orang yang ada terdiri dari berbagai suku, agama, adat istiadat namun mereka tetap bersatu, bekerja sama, gotong royong untuk membersihkan lingkungan.

Seiring perkembangan zaman dan kemudahan akses akan informasi menjadikan budaya luar dengan mudahnya masuk ke Indonesia. Dan perlahan budaya luar tersebut mempengaruhi pribadi anak bangsa. Yang menjadi masalah akibat budaya luar yang mulai mempengaruhi anak bangsa adalah budaya yang mengarah ke negatif. Sungguh amat disayangkan hal tersebut terjadi. Kita dapat melihat realita yang ada dari lingkungan yang terdekat kita yaitu keluarga. Kini sangat sedikit seorang anak yang berkumpul dengan keluarganya setelah pulang sekolah, mereka lebih memilih masuk kamar untuk melihat televisi sendiri atau browsing. Tidak ada komunikasi antara orang tua dengan anak mengakibatkan orang tua tidak dapat mengetahui segala kegaiatan yang anak lakukan. Sehingga anak cenderung menjadi makhluk individualis. Anak yang tergolong sebagai makhluk individualis tersebut tidak akan mampu bersosialisasi di tengah masyarakat. Dan apabila anak-anak bangsa seperti itu, maka hancurlan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong yang merupakan ciri khas bangsa ini.

yaitu banyak sekali pergaulan bebas yang terjadi, peningkatan penggunaan narkoba dan lain-lain. Selain itu, kini rakyat Indonesia yang dahulu dikenal sebagai orang yang ramah kini menjadi masyarakat yang sangat mengedepankan emosi. Seperti pada peristiwa yang belum lama terjadi yaitu masalah makam mbah Priok. Seandainya saja masyarakat pada saat itu dapat menahan emosi mereka, mungkin tidak akan ada korban akibat kasus tersebut. Seandainya saja musyawarah di balai kota dilakukan sebelum pertikaian di koja tersebut terjadi mungkin tidak akan ada keluarga yang menangisi sanak keluarganya yang menjadi korban akan masalah tersebut.

Saatnya masyarakat Indonesia introspeksi diri mereka masing-masing. Masyarakat Indonesia saat menginginkan keadaan yang damai, tentram.